Tampilkan postingan dengan label Kekasih Allah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kekasih Allah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 November 2014

imam busyiri


Selasa, 27 Agustus 2013

Lelayu Hadhrotus Syaikh KH.Muhammad Salman Dahlawi.

Hadhrotus Syaikh KH.Muhammad Salman Dahlawi.


Inna lillahi wa inna ilaihi Roji'un 
Segenap Keluarga Besar  :
"PONPES DARUL MUBTADI-IEN"
Turut berduka cita & belasungkawa yang sedalam dalamnya.
Atas Wafatnya Panjenenganipun:
Hadhrotus Syaikh KH.Muhammad Salman Dahlawi.
Pengasuh PP.Al Mansyur Popongan Degalgondo Klaten.
(Guru Mursyid Thoriqoh An Naqbandiyyah Kholidiyyah).
Sore hari ini | Selasa 27 Agustus 2013
Jam 17.30 WIB | Qobla Maghrib, di RS.Yarsis Solo.
Semoga di beri Maghfiroh dan segala amal ibadahnya diterima oleh Alloh SWT.
اللهم اغفر له وارحمه وعافه واعف عنه واجعل الجنة مثواه
Allohummaghfir lahu warhamhu wa 'afihi wa'fu 'anhu waj'alil jannata matswahu.
Yaa Alloh Biha Yaa Alloh Biha Yaa Alloh Bihusnil Khotimah.
Aamiin aamiin Yaa Robbal 'alamiin.

له الفاتحة | Lahul Faatihah : ....

اعوذُ بِاللهِ منَ الشَّيطاَنِ الرّجيم
بِسْمِ اللهِ الرَّحمنِ الرَّحِيْم ۞ أَلحَمدُ لِلّه رَبِّ العَالَمِين ۞ ألرَّحمَنِ الرَّحِيم ۞ ملِكِ يَوْمِ الدِين ۞ إيّاكَ نَعبُدُ وَ إيّاكَ نَستعِين ۞ إهدِنَا الصِّرَاط المُستَقِيم ۞ صِرَاطَ الَذِينَ أنعَمتَ عَليْهِمَ، غَيْرِالمَغضُوبِ عَليْهِم وَلاَالضَّالِّين ۞ أمِين

~. Kafa bil mauti wa'idhon .~

Senin, 12 Agustus 2013

10 Sahabat Rosulullah yang Dijamin Surga



1. Abu Bakar Ash-Shiddiq Radhiallahu’anhu
2. ‘Umar bin Khattab Radhiallahu’anhu
3. ‘Ustman bin Affan Radhiallahu’anhu
4. ‘Ali bin Abi Thalib Radhiallahu’anhu
5. Thalhah bin Abdullah Radhiallahu’anhu
6. Zubeir bin Awwam Radhiallahu’anhu
7. ‘Abdurrahman bin ‘Auf Radhiallahu’anhu
8. Sa’ad bin Abi Waqqas Radhiallahu’anhu
9. Sa’id bin Zaid Radhiallahu’anhu
10. Abu ‘Ubaidah bin Jarrah Radhiallahu’anhu

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda

“Abu Bakar di surga, ‘Umar di surga, ‘Utsman di surga, ‘Ali di surga, Thalhah di surga, Az Zubair di surga, Sa’d di surga, Sa’id di surga, Abdurrahman bin ‘Auf di surga, Abu Ubaidah bin Al Jarrah di surga.” (HR at Tirmidzi dan dishahihkan oleh Syaikh Albani).

Sabtu, 01 Juni 2013

Biografi Singkat Mbah Dalhar Magelang


Bagi masyarakat awam mungkin masih sangat asing dengan nama “Dalhar.” Namun hal itu mungkin tidak terjadi pada masyarakat Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Nama KH. Dalhar atau yang akrab disebut mbah Dalhar adalah nama yang tidak begitu asing bagi masyarakat perbatasan Jawa Tengah dan DIY tersebut. Mbah Dalhar adalah salah seorang ulama’ Desa Gunung Pring, Muntilan yang sedikit banyak ikut memperjuangan tegaknya Islam di tanah Jawa.
Mbah Dalhar lahir di komplek Pondok Pesantren Darussalam, Watucongol, Muntilan, Magelang pada hari Rabu, 12 Januari 1870 atau 10 Syawal 1286 H. Ketika lahir beliau diberi nama nama Nahrowi. Ayahnya adalah seorang da’i yang bernama Abdurrahman bin Abdurra’uf bin Hasan Tuqo.
Kiai Abdurra’uf adalah salah seorang panglima perang Pangeran Diponegoro. Nasab Kiai Hasan Tuqo sendiri sampai kepada Sunan Amangkurat Mas atau Amangkurat III. Oleh karenanya sebagai keturunan raja, Kiai Hasan Tuqo juga mempunyai nama lain dengan sebutan “Raden Bagus Kemuning.”
Diceritakan bahwa

Biografi KH. Munawwir Krapyak Yogyakarta

Siapa yang tak kenal dengan Pondok Pesantren Munawir Krapyak Jogjakarta yang telah banyak melahirkan ulama-ulama ahli quran terkemuka. Semula pesantren yang didirikan sekitar tahun 1909 oleh KH Moenawir hanya dihuni 10 santri , kini pesantren krapyak berkembang pesat dengan jumlah santri yang mencapai ratusan. Sosok KH Moenawir atau yang akrab dipanggil Mbah Moenawir merupakan sosok ulama yang oleh Rosululloh saw disebut Sebagai “Keluarga Alloh” atau “waliyulloh”, karena kemampuannya sebagai ahlul qur’an ( penghapal qur’an dan mengamalkan kandungan alqur’an)
Sejak usia 10 tahun KH Moenawir telah Hapal Quran 30 Juz dan Beliau gemar sekali menghatamkan Al-Quran , beliau dikirim ayahnya KH.Abdul Rosyad untuk belajar kepada seorang Ulama terkemuka di Bangkalan Madura KH.Muhammad Kholil , Bakat kepasihan Mbah Moenawir dalam Pembacaan Alquran memberikan kesan tersendiri dihati Gurunya (KH.Muhammad Kholil ) dan suatu ketika gurunya menyuruh KH Moenawir untuk menjadi imam Sholat sedangkan Gurunya KH Kholil menjadi Mak’mum.
Tahun 1888 KH Moenawir bermukim di Mekkah dan memperdalam ilmu-ilmu Alquran kurang lebih 20 tahun, kesempatan tersebut Beliau gunakan untuk mempelajari Ilmu Tahfizul quran , qira’at sab’ah dengan Ulama -ulama setempat. Hingga KH Moenawir memperoleh Ijazah Sanad Qira’at yang bersambung ke urutan 35 sampai ke Rosululloh SAW dari Seorang Ulama Mekkah yang termashur Syech Abdul Karim bin Umar Al Badri Ad-Dimyati .

biografi Al-Habib Umar bin Hafidz

Al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz bin Syeikh Abu Bakar, lahir di kota Tarim, Hadhramaut, Yaman, pada hari Senin sebelum terbit fajar tang
gal 4 Muharram 1383 H yang bertepatan dengan tanggal 27 Mei 1963 M.
Habib Umar bin Hafidz merupakan seorang pendidik dan sekaligus ahli dakwah. Meski berasal dari tempat yang terpencil, Tarim, Hadhramaut, namun gema dakwah beliau sampai ke Mekah, Madinah, Oman, Bahrain, Yordania, beberapa negara di Afrika, India, Malaysia, Indonesia, Amerika, Inggris, Kanada dan lain-lain. Dalam sebagian kunjungan dakwahnya tersebut, CNN, BBC, stasiun TV Bahrain mengambil kesempatan untuk mewawancarainya.
Beliau menuntut berbagai disiplin ilmu dari sejumlah ulama besar di Hadhramaut, terutama ayah beliau Habib Muhammad bin Salim bin Hafidz, kemudian Habib Muhammad bin Alwi bin Syihab, Habib Ahmad bin Ali bin Syekh Abu Bakar, Habib Abdullah bin Syeikh Al-Aydarus, Habib Abdullah bin Hasan Bilfaqih, Habib Umar bin Alwi Al-Kaff, Habib Ahmad bin Hasan Al-Haddad, Habib Ali Al-Masyhur bin Muhammad bin Salim bin Hafidz, Habib Salim bin Abdullah Asy-Syatiri, Syeikh Al-Mufti Fadhl bin Abdurrahman Ba Fadhl dan Syeikh Taufiq Aman.
Sembari terus belajar, semenjak usia lima belas tahun beliau telah mengajar dan berdakwah. Kemudian pada permulaan bulan Shafar 1402 H yang bertepatan dengan bulan Desember 1981 M, beliau pindah ke kota Baidha’, dan menetap di Ribath Al-Haddar. Di sana beliau berguru kepada Habib Muhammad bin Abdullah Al-Haddar dan Habib Zain bin Ibrahim bin Sumaith. Dewasa itu beliau gencar berdakwah dan mengajar di sekitar kota Baidha’, Hudaidah dan Ta’iz. Di kota Ta’iz inilah beliau berguru kepada Al-’Allamah Al-Musnid Ibrahim bin Umar bin ‘Aqil.
Kemudian

Jumat, 31 Mei 2013

Biografi Al-Habib Anis Bin Alwi Al-Habsyi

Habib Anis lahir di Garut Jawa Barat, Indonesia pada tanggal 5 Mei 1928. Ayah beliau adalah Habib Alwi. Sedangkan ibu beliau adalah syarifah Khadijah. Ketika beliau berumur 9 tahun, keluarga beliau pindah ke Solo. Setelah berpindah-pindah rumah di kota Solo, ayah beliau menetap di kampung Gurawan, Pasar Kliwon Solo.
Sejak kecil, Habib Anis dididik oleh ayah sendiri, juga bersekolah di madrasah Ar-Ribathah, yang juga berada di samping sekolahannya. Pada usia 22 tahun, beliau menikahi Syarifah Syifa binti Thaha Assagaf, setahun kemudian lahirlah Habib Ali.
Tepat pada tahun itu juga, beliau menggantikan peran ayah beliau, Habib Alwi yang meninggal di Palembang. Habib Ali bin Alwi Al Habsyi adik beliau menyebut Habib Anis waktu itu seperti “anak muda yang berpakaian tua”.
Habib Anis merintis kemaqamannya sendiri dengan kesabaran dan istiqamah, sehingga besar sampai sekarang. Selain kegiatan di Masjid seperti pembacaan Maulid simthud-Durar dan haul Habib Ali Al-Habsyi setiap bulan Maulud, juga ada khataman Bukhari pada bulan sya’ban, khataman Ar-Ramadhan pada bulan Ramadhan. Sedangkan sehari-hari beliau mengajar di zawiyah pada tengah hari.
Pada waktu muda, Habib Anis adalah pedagang batik, dan memiliki kios di pasar Klewer Solo. Kios tersebut ditunggui Habib Ali adik beliau. Namun ketika kegiatan di masjid Ar-Riyadh semakin banyak, usaha perdagangan batik dihentikan. Habib Anis duduk tekun sebagai ulama.
Dari perkawinan dengan Syarifah Syifa Assagaf, Habib Anis dikaruniai enam putera yaitu Habib Ali, Habib Husein, Habib Ahmad, Habib Alwi, Habib Hasan, dan Habib AbdiLlah. Semua putera beliau tinggal di sekitar Gurawan.
Dalam masyarakat Solo, Habib Anis dikenal bergaul lintas sektoral dan lintas agama. Dan beliau netral dalam dunia politik.
Dalam sehari-hari Habib Anis sangat santun dan berbicara dengan bahasa jawa halus kepada orang jawa, berbicara bahasa sunda tinggi dengan orang sunda, berbahasa indonesia baik dengan orang luar jawa dan sunda, serta berbahasa arab Hadrami kepada sesama Habib.
Penampilan beliau rapi, senyumnya manis menawan, karena beliau memang sumeh (murah senyum) dan memiliki tahi lalat di dagu kanannya. Beberapa kalangan menyebutnya The smilling Habib.
Habib Anis sangat menghormati tamu, bahkan tamu tersebut merupakan doping semangat hidup beliau. Beliau tidak membeda-bedakan apahkah tamu tersebut berpangakat atau tidak, semua dijamunya dengan layak. Semua diperlakukan dengan hormat.
Seorang tukang becak (Pak Zen) 83 tahun yang sering mangkal di Masjid Ar-Riyadh mengatakan, Habib Anis itu ulama yang loman (pemurah, suka memberi). Ibu Nur Aini penjual warung angkringan depan Masjid Ar-Riyadh menuturkan, “Habib Anis itu bagi saya orangnya sangat sabar, santun, ucapannya halus. Dan tidak peranah menyakiti hati orang lain apalagi membuatnya marah”.
Saat ‘Idul Adha Habib Anis membagi-bagikan daging korban secara merata melalui RT sekitar Masjid Ar-Riyadh dan tidak membedakan Muslim atau non Muslim. Kalau dagingnya sisa, baru diberikan ke daerah lainnya.
Jika ada tetangga beliau atau handai taulan yang meninggal atau sakit, Habib Anis tetap berusaha

Senin, 18 Februari 2013

Dahlan Iskan Ketua SyekherMania Indonesia




WONOSOBO - Puncak Peringatan Hari Jadi Wonosobo Ke-187 menghadirkan pengajian sholawat Habib Syekh Bin Abdul Qodir Assegaf dan Menteri Dahlan Iskan berjalan meriah. Dihadapan sekitar 15.000 jamaah Menteri BUMN, Dahlan Iskan mendeklarasikan diri sebagai Syekher sejati di alun-alun Wonosobo, Senin (23/7) malam.


"Saya menyatakan diri sebagai Syekher sejati malam ini. Saya berniat akan menghafalkan seluruh lagu-lagu Habib Syekh," kata Dahlan Iskan saat memberikan sambutan.
Istilah Syekher merupakan sebutan bagi jamaah dan pengagum sholawat Habib Syekh. Mengenakan baju

Minggu, 17 Februari 2013

Profil Habib Muhammad Luthfi bin Yahya

 Maulana Habib dilahirkan di Pekalongan pada hari Senin, pagi tanggal 27 Rajab tahun 1367 H. Bertepatan tanggal 10 November, tahun 1947 M. Dilahirkan dari seorang syarifah, yang memiliki nama dan nasab: sayidah al Karimah as Syarifah Nur binti Sayid Muhsin bin Sayid Salim bin Sayid al Imam Shalih bin Sayid Muhsin bin Sayid Hasan bin Sasyid Imam ‘Alawi bin Sayid al Imam Muhammad bin al Imam ‘Alawi bin Imam al Kabir Sayid Abdullah bin Imam Salim bin Imam Muhammad bin Sayid Sahal bin Imam Abd Rahman Maula Dawileh bin Imam ‘Ali bin Imam ‘Alawi bin Sayidina Imam al Faqih al Muqadam bin ‘Ali Bâ Alawi.

Sementara nasab beliau dari jalur ayah:

Selasa, 18 Desember 2012

SYEH SUBAKIR

makam syeh subakir di magelang,jateng,indonesia

Beliau adalah SYEKH TAMBUH ALY BEN SYEKHBAQIR (SYEKH SUBAKIR) bin Abdulloh bin Aly bin Ahmad bin Aly bin Ahmad bin Abdulloh bin Ahmad bin Muhammad bin Ahmad bin Aly bin Abubakar bin Salman bin Hasyim bin Ahmad bin Badrudin bin Barkatulloh bin Syafiq bin Badrudin bin Omar bin Aly bin Salman Alfarisiy Asshohabi Rodliyallohu anhu waanhum ajmain.

Beliau dilahirkan tanggal 20 Romdlon 787 H. di Demak. Wafat 21 Syawal 1021 H. di Condro. Beliau pernah menuntut ilmu agama di Masjidil Haram Mekkah selama 10 tahun. Beliau siang puasa, baca Qur’an malam hari, dzikir malam LA ILAHA ILLALLOH dan membaca sholawat pada siang hari. Asal beliau dari Parsi atau sekarang dikenal dengan nama Iran. Thoriqot beliau thoriqoh MAGHROBIYAH.

Isteri-isteri beliau :

Kamis, 13 Desember 2012

3 TOKOH LIRBOYO



3 TOKOH 
PENDIRI DAN PENERUS
PONDOK PESANTREN LIRBOYO KEDIRI
  
KH. ABDUL KARIM 

Beliau dilahirkan pada tahun 1856, di sebuah desa terpencil bernama 
Diyangan Kawedanan Mertoyudan Magelang Jawa Tengah. Nama kecil
 beliau adalah Manab, beliau putra ketiga dari empat bersaudara, 
dari pasangan Kyai Abdur Rahim dan Nyai Salamah. Pada saat Manab kecil 
berusia 14 tahun, mulailah beliau melakukan pencarian ilmu agama, daerah 
pertama yang beliau tuju adalah desa Babadan Gurah Kediri, lantas beliau 
meneruskan pengembaraannya di daerah Cepoko, 20 km arah selatan Nganjuk, 
beliau menuntut ilmu kurang lebih selama 6 Tahun. Selanjutnya pindah lagi 
ke Pesantren Trayang, Bangsri, Kertosono Nganjuk Jatim, disinilah beliau 
memperdalam pengkajian ilmu Al-Quran, beberapa tahun kemudian beliau 
teruskan pengembaraannya dalam tholabul ilmi di Pesantren Sono sebelah timur Sidoarjo, 
sebuah pesantren yang terkenal dengan ilmu Shorofnya, tujuh tahun lamanya beliau
 menuntut ilmu di Pesantren ini. periodenya selanjutnya beliau meneruskan nyantri 
di Pondok Pesantren Kedungdoro Sepanjang Surabaya, hingga akhirnya beliau 
meneruskan pengembaraan ilmunya di salah satu pesantren besar di pulau 
Madura yang diasuh oleh seorang Ulama’ Kharismatik bernama, Syaikhona Kholil Bangkalan. 
Cukup lama beliau menuntut ilmu dimadura yakni sekitar 23 tahun, begitu lamanya beliau 
menuntut ilmu sehingga menjadikan kemampuan beliau menjadi sangat terasah dan mumpuni.

Minggu, 18 November 2012

Biografi Habib Syech bin Abdulkadir Assegaf

Habib syech dengan Kya'i Asy 'ari rofi'i ( Pengasuh pondok darul mubtadi-ien ) dan Para Kyai
Habib Syech bin Abdulkadir Assegaf lahir di kota Solo, Indonesia. Ketika ia masih muda dia adalah 'muazzin' untuk Masjid Assegaf di Solo. Kadang-kadang, ia membaca Qasidah di Masjid Riyadh dengan Habib Anis Al Habsyi . Beliau secara rutin memimpin  membaca Qasidah dan 'sholawat' dengan Majlis dari Ahbaabul Mushthofa dengan berbagai wirid seperti Ratib Al Attas, para 'sholawat' Diwan dan Habib Ali Al-Habsyi dan Diwan dan Qasidah dari Abdullah Imam terkenal Al Haddad

Habib Syech bin Abdulkadir Assegaf adalah salah satu putra dari 16 bersaudara putra-putri Alm. Al-Habib Abdulkadir bin Abdurrahman Assegaf ( tokoh alim dan imam Masjid Jami' Asegaf di Pasar Kliwon Solo), berawal dari pendidikan yang diberikan oleh guru besarnya yang sekaligus ayah handa tercinta, Habib Syech